Sore itu saya kembali berfikir dan berfikir. Iya atau tidak? Coba atau hanya diabaikan? Mimpi saya sejak SMK sejatinya bisa saya tunaikan sekarang. Namun lagi-lagi, iya atau tidak? Rasa-rasanya saya bingung. Tentang 2 tahun ke depan. Tetntang rencana lulus tahun depan. Tentang keluarga. Tentang rumah. Dan semuanya. Saya ragu bukan main. Perlu berhari-hari untuk akhirnya bisa mengumpulkan nyali. Hingga akhirnya setelah nyali genap, saya memberanikan diri untuk mengisi lembaran kertas itu. Satu persatu saya isi. Saya cermati betul-betul hingga tiba pada lembaran persetujuan orang tua. Saya putuskan untuk pulang saat itu. Saya jelaskan pada Mamak (panggilan untuk ibu) tentang keputusan ini. Dilihat dari raut wajahnya, datar. Dilihat gaya bahasanya, B saja. Namun pada akhirnya, beliau mau menandatangani kertas itu. Beliau menyerahkan semua pilihan pada saya. Nafas lega. Izin sudah didapat. Beralih pada berkas-berkas lain. 3 hari menjelang penutupan pendaftaran, saya antark...
Saya percaya, mengabadikan momen itu paling asyik lewat foto dan tulisan Selamat memaknai 🌹