Nama kita sama. Hanya saja kamu Sevi dan saya adalah
Septiani. Sering orang menyingkatnya menjadi Ikasev dan Ikasep. Saya lupa kapan
pertama kali kita bertemu (kata-kata favorit Ika untuk mengawali cerita). Sepertinya
di event Ramadhan di Kampoeng, hehe. Saya mengenalmu sebagai seorang pribadi
yang teguh, tegas, dan selalu serius (hehe). Masalah usia, jelas banyak saya.
Hal yang paling saya ingat dari kamu adalah perkara Al Qur’an
di bulan Ramadhan entah tahun kapan. Ditengah hecticnya panitia memikirkan konsep acara, kamu bilang “mbak aku
belum baca Qur’an hari ini. Aku udah kangen.” Seketika saya malu pada diri mbak
sendiri. Hari itu sudah dapat berapa juz Al Qur’an ya. Semua hanya larut dalam
kepanitiaan. Padahal esensi Ramadhan adalah perbanyak amalan, bukan hanya fokus kepanitiaan.
Terlepas dari kejadian itu, kita sering sekali bertemu. Maklum,
kami ini satu desa, satu organisasi (di FARISKA, Rohis SMA/K/MA Kab. Klaten),
satu yayasan organisasi dan satu satu yang lainnya. Dari situlah saya banyak
belajar dari seorang Ika Sevi.
Dan hari ini, rasanya baru kemarin, ia bercerita pada saya
tentang kekhawatirannya akan uang kuliah dan uang pendidikan. Rasanya baru
kemarin juga ia bercerita tentang rasa takut untuk bisa melanjutkan pendidikan
atau tidak.
Tepat 17 April 2018 Allah menjawab semuanya. Allah balas
keteguhan hatinya mbangun desa lewat dakwah, Allah balas rasa risaunya, Allah
balas semangatnya yang selalu saya repotin untuk datang ke rapat cabang, dan
Allah balas semuanya dengan momentum kemarin.
Selamat datang nduk di Jogja. Kota sejuta ummat. Kota yang
katanya romantis. Kota yang katanya tersusun dari tiga komponen utama; rindu,
pulang, dan kajian. Selamat mengarungi kehidupan baru nanti jikalau kamu
mengambil kesempatan ini lebih lanjut. Saya mau menyambutmu. Akan saya
tunjukkan tempat-tempat penyusun komponen tadi. Akan saya beri info makanan
enak nan murah favorit mahasiswa. Hehe.
Kisahmu mengingatkan saya tentang sebuah ayat Allah. Ayat
yang sangat mahsyur dan berkelas. Tentang janji Allah yang pasti jikalau kita
menolong agamaNya. Ayat yang juga menjadi motivasi kuat saya daftar Rohis zaman SMK dan juga FARISKA.
![]() |
| Muhammad:7 |
Allah tunjukkan kuasanya padamu kemarin sore Nduk. Allah
bayar lunas. Barakallah. Selamat menempuh babak baru. Tuntut ilmu
sebanyak-banyaknya, khususnya ilmu agama dan kita bawa pulang bersama, mbangun desa.
Once more, Barakallah. Calon Ibu Guru Teknik Elektro

Komentar
Posting Komentar